Rayap Menurut Pakar Rayap
pakar rayap yudi rismayadi

Rayap Menurut Pakar Rayap

Yudi Rismayadi

Seorang pakar rayap Rudi Rismayadi yang saat ini mendirikan “Pusat Kajian Lingkungan dan Hama Permukiman”, sebagai pusat kajian dan lembaga konsultansi bidang lingkungan dan hama permukiman mengatakan,

Rayap termasuk juga kedalam Klas insekta (serangga) Ordo Isoptera (iso = sama ; ptera = sayap). Ordo serangga ini diikuti dengan bentuk sayap yang sama baik ukuran ataupun susunan pada sayap depan dengan sayap belakang. Rayap di kenal sebagai serangga sosial, karna hidupnya yang berkelompok dalam satu koloni yang terbagi dalam anggota-anggota koloni dengan bentuk serta peranan yang berlainan atau di kenal jadi kasta. Pada koloni rayap ada tiga kasta yang berlainan yakni, kasta prajurit pekerja, serta reproduktif. Sampai sekarang ini didunia sudah berhasil diidentifikasi lebih dari 2500 type rayap. Disamping itu di Indonesia diketemukan tidak kurang dari 200 type rayap atau lebih kurang 10% dari keragaman type rayap dunia. Beberapa jenis rayap itu diklasifikasikan kedalam tujuh famili, 15 sub-famili, serta 200 genus. Pembagian famili yaitu seperti berikut ; Famili Mastotermitidae ; Kalotermitidae ; Termopsidae ; Hodotermitidae ; Rhinotermitidae ; Serritermitidae ; serta famili Termitidae.

Berdasar pada habitatnya, ada dua grup rayap perlu yang banyak menyerang bangunan gedung, yakni grup rayap tanah (subterranean termite) serta rayap kayu kering (drywood termite). Rayap tanah adalah rayap yang paling banyak menyerang bangunan gedung. Grup rayap ini bersarang didalam tanah namun dapat mencapai objek-objek seranganya yang ada jauh diatas permukaan tanah. Dari pusat sarang didalam tanah ke objek-objek serangan itu dikaitkan oleh saluran-saluran tanah yang dikatakan sebagai liang kembara jadi jalan untuk rayap sekalian jadi tempat perlindungan. Oleh karenanya tiap-tiap serangan oleh rayap ini diikuti oleh ada tanah liang kembara rayap. Rayap kayu kering tidak bersarang didalam tanah tertapi bersarang didalam kayu-kayu kering. Anggota koloninya tambah lebih sedikit dibanding anggota koloni rayap tanah. Serangan rayap ini diikuti dengan terdapatnya serbuk-serbuk gerek berupa butiran halus di sekitaran tempat serangannya.

Kiat yang dipakai untuk perlindungan bangunan dari serangan rayap tanah di Indonesia mencakup aksi mencegah (exluding infestation) serta pembasmian serangan (eradication or remedial infestation). Aksi mencegah mencakup pemakaian kayu awet (termite resistant timbers), penghambat fisik (physical barriers) serta penghambat kimia (chemically-treated soil barriers) pada saat pra-konstruksi. Disamping itu aksi pembasmian serangan rayap bisa dikerjakan dengan aplikasi perlakuan kimia pada tanah serta kayu serta penghancuran sarang atau koloni dengan umpan atau dust toxicants pada bangunan yang sudah diserang (saat konstruksi).

Perlindungan bangunan dengan penghambat kimia pada permukaan tanah yang diterapkan lewat penyemprotan termitisida dengan desakan rendah pada sistem pembangunan konstruksi adalah tehnik yang paling efisien untuk menghindar serangan rayap. Demikian juga ketika saat konstruksi pemakaian perlakuan tanah dengan tehnik injeksi termitisida adalah alternatif yang banyak dipakai.

Termitisida dengan persistensi begitu tinggi, organoklorin (aldrin, dieldrin, chlordane, serta heptaklor) adalah termitisida paling utama yang dipakai di Indonesia sebelumnya dilarang pemakaianya. Sesudah kelompok organoklorin dilarang sebagian termitisida baru diperkembang jadi pengganti, meskipun mesti disadari belumlah ada senyawa pengganti yang bisa membuat perlindungan bangunan dalam periode waktu yang lama. Akan tetapi termitisida baru mempunyai sebagian kelebihan terlebih dalam merespon tuntutan orang-orang pada issue lingkungan hidup, seperti ; mempunyai toksisitas yang rendah pada manusia serta mamalia, aktif pada dosis rendah, dan memiliki volatilitas yang rendah hingga tidak terkena di udara. Baiknya sifat termitisida baru juga semestinya berbentuk selektif pada organisma tujuan, tidak mencemari sumber air serta perairan, terikat kuat serta aktif jadi ringtangan kimiawi pada tanah.

Termitisida-termitisida baru yang diperkembang biasanya menghindar serangan rayap lewat cara mematikan rayap yang kontak dengan bahan kimia, mengusir rayap tidak untuk masuk susunan tanah yang sudah di beri perlakuan (repelensi), mengakibatkan disorientasi kesibukan rayap, ataupun memengaruhi kesibukan rayap.

Untuk anda yang membutuhkan jasa penanganan rayap silahkan menghubungi 0251 8573552 atau email ke admin@iconrayap.com

 

Tinggalkan Balasan